Langsung ke konten utama

Museum


Yuk, Kunjungi Museum Sri BadugaPDFPrint
Tuesday, 17 May 2011
BANDUNG – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghabiskan liburan panjang atau long weekend, salah satunya dengan mengunjungi museum. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah siswa di Kota Bandung dengan mengunjungi Museum Negeri Sri Baduga.

Salah seorang pengunjung asal Kopo, Bangkit Rayanda, 14, terlihat tengah sibuk melihat- lihat koleksi arca di lantai satu sambil mencatat data di papan keterangan. “Saya sudah mengunjungi beberapa museum, yang terakhir ke Sri Baduga.Semua teman- teman juga melakukan hal yang sama,”katanya saat ditemui di Museum Negeri Sri Baduga, Jalan BKR, Kota Bandung, kemarin.

Menurut Seksi Pemanfaatan Museum Sri Baduga Ruti Riasanti, hingga kemarin tingkat kunjungan ke museumnya sekitar 600 orang dan semuanya pelajar dari dalam dan luar Kota Bandung.Pada musim liburan seperti saat ini, pengunjung yang datang ke museum justru lebih sedikit. “Kalau libur panjang, lebih banyak dihabiskan dengan liburan bersama keluarga. Pengunjung meningkat justru pada hari biasa.

Dan Kebanyakan yang datang ke sini adalah pelajar mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan mahasiwa,”kata Ruti. Museum yang dibangun pada tahun 1980 ini memiliki sekitar 6.593 barang koleksi. Museum ini memiliki tiga lantai,di lantai pertama ada ruang yang unik dan menarik perhatian.

“Semua koleksi di sini kebanyakan adalah dari Provinsi Jawa Barat,namun tidak sedikit dari provinsi lain,”kata Ruti. Sayangnya,kata Ruti,minat masyarakat mengunjungi museum masih rendah. Museum ini dibuka setiap hari mulai dari pukul 08.00 WIB hingga 14.00 untuk weekend. masita ulfah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sisitanggul.com

Kepribadian nya saya mempunyai beberapa teman di daerah tempat tinggalku, kami berteman dari sejak kecil, tapi ktika kita mulai beranjak dewasa mulaikah kami berpisah karna kebutuhan pendidikan, saya sendiri pergi untuk menuntut ilmu, dan yang lain nya juga sama tapi mereka hanya menuntut ilmu di daerah terdekat, Giri Ali Darajat, itu namaku mereka memanggil aku dengan sebutan Zenod, tidak tau apa artinya, tapi yang paling berharga nama ini hanya aku yang punya, dimanapun didunia ini gk ada yang mempunyai nama ini. dan yang satu ini bernama Darwis Hermansyah, seorang yang kehidupan nya benar - benar mandiri, kenapa saya bilang begitu, karna dia dari semenjak usia 9 Tahun sudah mulai ditinggal oleh orangtuanya.